Tampilkan postingan dengan label Friends. Tampilkan semua postingan

#BreakTheSilence Seminar; How to Use Your Voice Wisely



Have you ever heard of Facebook Global Digital Challenge (FGDC)?

The great campaign from the largest social media platform, Facebook

This social networking platform invites students around the world to show the public that social media can be a positive media that provides many advantages if used wisely.

One of Indonesia College is selected to participate in this joint venture program with EdVenture Partners is Undiknas University, Denpasar. Five of Undiknas students who passed the selection at the registration stage are selected as program participant , the participants are; Sean Conti from Business Management Study, Deviyanti Putri and Upayana Wiguna from Accounting Study, Faculty of Economics and Business. There is Pipin Carolina from the Law Science Study, Faculty of Law and Maria Pankratia from the Communication Science Study, Faculty of Social and Political Sciences.

This activity begins with a selection phase since January 2017 and will end with submission of activity reports by June 2017. Participants are required to submit essays explaining their motivation to engage in this activity.

All five were selected after going through a tight selection process from the EdVenture Partners. In February 2017, this team began to work. Together, with Luh Putu Mahyuni, Ph. D., CA, as the Director of Academic/Dean of Economics and Business Faculty and Ida Nyoman Basmantra, MPD as the Team Manager who is also the Head of International Office, Undiknas Denpasar. The team discussed the major themes, what should be raised in this campaign.

Seeing the situation of the Nation and the State of Indonesia which began to be attacked various kinds of radicalism issues, in the end an idea about #BreakTheSilence emerged. A campaign targeting the silence majority, people who have had enough insight and understand the situation but prefer to be silence.

As there is a phrase that says, "In a war situation, when you are impartial to anyone, you are actually supporting the ruling party." This campaign seeks to invite more people to care and determine the attitude so that no more narrow-minded people that take this opportunity to destroy everything that has been painfully built by the predecessors.
Following up on this idea, several concept activities are designed. There are visits to the orphanage, photo competition and video storytelling, making video testimonials and social experiment and film production.

There is also a Seminar titled "Pluralism in Relation to Social Media." The seminar was held on May 29, 2017, attended by 234 Students of Undiknas Denpasar and involving 30 people as committee to working together and organize the activities.

The #BreakTheSilence seminar discusses "How to interpret Diversity and speak wisely through the existing Social Media so that it has a great impact on the whole world."
Present as Speakers, there is Dea Rangga, celebgram; Yoga Arsana and Sugi Suartanaya , the Youtubers; And Anton Muhajir, Editor, Journalist and Blogger. the four speakers and the Facebook Team Global Digital Challenge share experiences and suggestions about how to use social media in the midst of the current excessive information flow.

Through this seminar, it is expected that more and more students are inspired to use the internet and social media wisely; also not negligent to forward this good message to the people they meet in their neighborhood. It's time to be, care and use your opinion wisely! More details about this campaign, #BreakTheSilence Team, Undiknas Denpasar, can be seen at:

Facebook Page: Break The Silence
Instagram: @undiknasfgdc_
Twitter: @BreakUrSilence
Channel Youtube: Undiknas FGDC


Do not forget to Follow and Subscribe the above accounts. Thanks. Regards, Bhineka Tunggal Ika. Break The Silence by Breaking Your Silence!




2016; A Golden Year




365 hari yang lalu, saya tidak memiliki resolusi apa pun untuk 365 hari berikutnya. Saya masih tetap hidup, sehat dan waras saja sudah merupakan sebuah keuntungan. 2015 dan 2014 adalah tahun yang cukup luluh lantak sebagaimana kemudi kapal yang dibajak sehingga nakhodanya tidak memiliki kendali penuh untuk menentukan ke mana menuju. Namun, pada akhirnya, saya menemukan titik balik. Benar adanya, seseorang yang kembali bangkit dari kejatuhan, kekuatannya berkali lipat.

Sekuat tenaga saya menemukan diri saya kembali dan bertanya sesering mungkin “mau apa aku dengan hidupku ini?” iyah persis lirik lagunya Nosstress, itu padanan refleksi yang klop! Refleksi singkat akhir tahun lalu itu, saya temukan kembali di sini

Memulai langkah di 1 Januari 2016 tanpa persiapan apa pun! Kabur, meraba-raba.
Resign dari pekerjaan yang menjadi sumber hidup dan eksistensi, terjun ke lapangan tanpa visi sebagai mahasiswi KKN lalu PKL. Masih saja percaya diri mengkoordinasi Persiapan Misa Pra-IYD2 Keuskupan Denpasar, bersedia jadi Fasilitator Kelompok tanpa pengalaman untuk Kelas Inspirasi Bali 03, terlibat lagi di Denpasar Film Festival. Menyanggupi hadir di Pelatihan Menulis Kompas (lagi), nyasar di Ubud Writers and Readers Festival ke-13 dan Citizen Journalism Day kerja sama Balebengong dan Bali Blogger Community, serta menjadi Juara Regional Maluku dan Nusa Tenggara Blog Competition oleh Government Public Relations. Berani-beraninya menyanggupi jadi auditor untuk sebuah project yang jauh dari bayangan dan dari kamar tidur yang nyaman. Situasi tersebut cukup ngeri-ngeri sedap. Belum pernah saya begitu takut tetapi juga penasaran, antusias diikuti rendah diri yang kalap. Lampung, selama delapan hari merubah sudut pandang saya hampir 75% tentang hidup. Di tahun ini juga, untuk pertama kalinya, saya berani mengirimkan karya saya ke media dan dimuat!

Tahun 2016 saya juga mengalami banyak kepiluan. Saya memang gemar menangis. Bukan hanya dalam situasi sedih atau terharu tetapi juga saat bahagia. Akan tetapi, menangis karena ditinggal pergi untuk selamanya oleh tokoh-tokoh yang menginspirasi hidup saya selama beberapa tahun ini, itu memilukan. Terguguh dan lama. Tidak pernah sekalipun saya meluangkan waktu untuk berpikir bahwa bumi dan manusia terus bertambah tua. Di suatu masa, kita harus menerima kenyataan bahwa jiwa dan pikiran memang tidak pernah mati namun raga pada hakekatnya tidak abadi. Kita harus siap menghadapi kehilangan demi kehilangan. Untuk Ama Petu, Om Boni dan Bapak Agustinus Prajitno, Hormat setinggi-tingginya!

Tahun 2016 saya juga ditinggal nikah oleh sahabat-sahabat terbaik saya. Hebat mereka, mampu mengambil keputusan serumit itu hahaha. Sementara saya masih berkubang, terjebak dalam kecemasan “Bagaimana saya dapat berbagi seluruh pikiran saya seumur hidup hanya dengan satu orang laki-laki saja? Berbagi tubuh saja, saya tak rela. Mana puas kalo cuma sama satu orang?” #Eh wkwkwkkw…

Pada tahun ini pula, saya merasakan dampak arus informasi yang begitu deras akibat kemajuan teknologi yang membabi buta. Segalanya jadi canggih termasuk manusianya. Banyak tontonan dan pengetahuan menarik yang menyenangkan tetapi juga peristiwa yang sulit dilupakan untuk beberapa tahun ke depan. Begitu lah dunia dan Indonesia sejak dulu. Yang selalu keren di sebelah sini sementara terpuruk di sebelah sana. Tidak ada yang betul-betul sempurna emang!

Tahun 2016 saya sapa dengan tahun emas bagi saya. A golden year. Sebab di tahun ini, saya memikul banyak berkat dan rejeki. Saya bepergian ke berbagai tempat dan bertemu macam-macam pribadi. Semua mereka adalah orang-orang HEBAT, PENTING dan MEMILIKI ANDIL bagi dunia yang mereka tinggali. Saya bangga bisa mengenal kalian semua. Tidak dapat saya sebutkan satu per satu, tetapi saya berharap ketika membaca ini, kalian tahu bahwa ANDA-KAMU-KAU-DIRIMU-SAMPEAN-ENGKO yang saya maksudkan!

BALI!

Jakarta-Soekarno Hatta-Lampung-Metro-Tulang Bawang-Raden Inten II

Benoa-Bima-Sape-Sumba Timur-Waingapu-Kambata Mapa Mbuhang-Lumbung-Kadahang-Sumba Tengah-Anakalang-Katikuloku-Sumba Barat-Waikabubak-Sumba Barat Daya-Kodi-Labuan Bajo-Watulangkas-Ruteng-Bajawa-Langa-Mataloko-Ende-Paupire-Detusoko-Nita-Ledalero-Maumere-Lokaria-Wairhubing-Magepanda.

SEMUANYA! Kalian pasti sudah mulai lupa tetapi jejak kalian seperti materai permanen yang basah dan lengket lalu mengering tak bisa luntur atau pun terangkat bahkan dikorek paksa sekalipun.

2016 adalah tahun yang luar biasa bagi saya yang kesadaran afektifnya sangat ngotot dan terjaga selama 24J/7H. Perlahan-lahan semuanya digenapi. Khususnya perihal “Melakukan apa yang sungguh-sungguh ingin saya lakukan.” (Bertemu banyak orang, menjalin relasi dan persahabatan//Tjipok basah sekali untuk Ibuk Semesta Ambara BegituSaja dan Tante George Yustina Liarian Eto, berbagi dan saling memberi dari yang sederhana sampai yang luar biasa. Menulis banyak cerita. Terlalu amat sangat banyak sekali. Mendapatkan beberapa pencapaian yang cukup membanggakan. Menghasilkan sejarah).

Lalu, hm “Menemukan laki-laki yang benar-benar ingin saya cintai” AHAI!

Kemarin, ketika sedang bingung hendak menulis apa untuk refleksi akhir tahun ini, (Sebagian orang mungkin merasa ini tidak penting dan sangat alay lebay TETAPI tidak bagi saya!) saya buka kembali postingan saya di Instagram sejak awal tahun. Foto-foto dan narasi yang membuat saya merasa betapa saya sangat diberkati, segalanya masih utuh tersimpan, lengkap, baik gambar maupun juga cerita serta kesan yang masih bisa saya rasakan ketika saya melihat dan membayangkannya.

***


Descartes bilang: Cogito Ergo Sum//Saya berpikir maka saya ada
Pramoedya bilang: Orang boleh pandai setinggi langit tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Pacar saya bilang: Hanya yang menang, yang meninggalkan jejak, Enu!
Dan saya bilang: Jika kamu berpikir dan menuliskannya, kamu akan meninggalkan jejak. Tentu dengan sendirinya kamu memberi pengaruh. :)

Hidup, sejatinya untuk mati tanpa alpa untuk memaknainya lalu meninggalkan jejakmu! Jejak saya! Jejak kita! Live Your Life! In this great future, you can’t forget your past, so write it down!

Epang Gawan, Terima Kasih banyak untuk semua yang sudah memberi dan berbagi dari kekurangan maupun juga kelebihannya (dan saya tidak pernah lupa hutang-hutang saya hihihi… tenang saja). Ama Pu Benjer, Jah Bless kita semua di Tahun yang Baru!

Resolusi tahun berikutnya? Hahaha hm.. Hajiar saja!

2017 dalam genggaman!

*Semoga ada golden-golden year selanjutnya


 Thankis buat Ge' untuk tangkapan keren ini ^^








Sup Kepala Ikan dan Instalasi Gawat (tak) Darurat



Ada sebuah tradisi menarik di Korea. Pada saat seseorang memperingati hari ulang tahunnya. Yang berulang tahun akan disajikan semangkuk Sup Rumput laut (Miyeokguk) yaitu guk (sup) yang bahan utamanya miyeok, (rumput laut coklat; Undaria pinnatifida). Kuahnya terbuat dari kaldu tulang sapi dan kecap. 
Tradisi ini dilakukan sudah sejak lama. Pada mulanya sup rumput laut disajikan bagi ibu-ibu yang baru saja melahirkan karena dipercaya miyeokguk dapat memperkaya ASI. Tradisi wanita yang habis melahirkan dan makan rumput laut sudah ada sejak Dinasti Goryeo ketika orang mengamati paus yang makan rumput laut setelah melahirkan. Alasan mengapa menyantap sup rumput laut saat berulang tahun adalah untuk mengingat kerja keras ibu dalam melahirkan dan membesarkan anak-anaknya.

Pada zaman dahulu, ayah mertua yang menunggu cucunya yang akan lahir akan membeli sendiri miyeok yang berukuran panjang dan lebar di pasar. Supaya tidak remuk, miyeok dibawa pulang di punggung diikat tali jerami. Tali jerami dipercaya dapat mengusir arwah jahat. Mereka percaya, jika miyeok remuk atau patah, si ibu akan kesusahan saat melahirkan.

Rumput laut merupakan sumber kalsium, yodium, serat, omega, vitamin B1 & B3, serta rendah kalori. Rumput laut juga dipercaya memilki manfaat kesehatan yang terbatas, seperti regulasi metabolisme, pemurnian darah, menyembuhkan sembelit, detoksifikasi, anti-karsinogen, anti penuaan, dan lain sebagainya.  

Di Korea bagian selatan, orang membuat sup rumput laut bersama dengan makanan laut lainnya seperti tiram, kerang, landak laut, abalone, dan lainnya dan bukannya daging sapi. Namun untuk alternatif, dapat pula menggunakan daging ayam jika tidak mengkonsumsi daging merah.



Sepertinya pengantar yang saya paparkan terlalu panjang yah, hahaha namun saya yakin akan sangat bermanfaat dan patut dicoba, bukankah angka kelahiran setiap hari terus bertambah?

Sementara saya yang berulang tahun pada hari ini mencoba merefleksikan makna kehadiran saya sejak dilahirkan dua puluh sembilan tahun yang lalu dengan semangkuk Sup Kepala Ikan. Bukan untuk mengikuti tradisi di atas, ini hanyalah sebuah kebetulan yang patut saya syukuri. Sup ikan ini bukan hanya enak namun juga mencengangkan karena saya tidak butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Setelah saya telaah lebih jauh ternyata karena sejak semalam saya belum mengkonsumsi apa pun kecuali dua butir telur rebus hahahaha...

Mungkin seharusnya, saya membuat sup rumput laut sendiri pagi tadi.

***

Malam yang sepi dan sumuk, saya bertahan di dalam #kotaksabun dengan tetap berpakaian lengkap sebab jika saya menelanjangi diri lagi dengan jendela terbuka  maka saya siap didera flu selama beberapa hari ke depan. Gangguan Insomnia saya belum juga kelar, sudah satu bulan berjalan, saya tidur menjelang subuh. Saya habiskan waktu menonton The Hunger Games (2012) yang selama ini tidak begitu saya idam-idamkan.  Saya menonton sampai selesai dan tidak menemukan kalimat "the end", kemudian saya ingat bahwa film ini memiliki lanjutan. 


Mata saya luar biasa berat, namun kepala saya masih sibuk. Banyak sekali rupa-rupa yang berseliweran di kepala. Karena badan saya sudah menyerah, saya berbaring saja dan menanti kapan kepala saya terdiam membiarkan mata saya tertutup.


Pukul delapan pagi lewat beberapa menit, saya terjaga. Ada beberapa ucapan yang masuk melalui banyak media pada aplikasi henpon pintar saya. Luar biasa. Saya memutuskan untuk tidur lagi, namun tetap saja saya harus mengaku kalah pada kepala yang sudah mulai beraktivitas lagi
. Tidak akan semudah itu ia membiarkan saya terlelap lagi. Saya beranjak ke depan laptop hendak memeriksa email. Dan terkejut dengan tampilan google seperti ini. Saya jadi BAPER.  hahahahahah




Lalu ketika membuka kotak masuk, ternyata ada mesin penjawab yang luar biasa peka dengan hari ulang tahun saya hahahaha






Terima Kasih, Kalian. 


Saya menghabiskan siang seperti singa yang malas-malasan di padang rumput hutan Afrika. Melata, bolak-balik, garuk-garuk, berkhayal. Bedanya saya melakukannya sembari membalas pesan-pesan ucapan yang masuk (saya benar-benar diberkati melalui saudara, sahabat, teman-teman dan kenalan) sementara singa hanya akan berkhayal tentang mangsa berikut yang akan diburunya. Ambisi saya masih loyo dibandingkan singa yah.

Saya jatuh tertidur kemudian. Tidur yang lama dengan mimpi tentang sebuah kematian yang aneh. Liur saya menempel basah pada bantal saking lelapnya. Saya terbangun dengan kelelahan yang mendera, entah kenapa. Butuh waktu lama, sangat lama sekali, untuk bangkit dan menyambar handuk lalu menyambangi kamar mandi. Saya akan menghibur diri dengan udara segar sore ini.


Saya hendak mengambil pesanan pastry di Studio Photo Gomez. Studio Photo yang menjual kue hanya dimiliki Cece Keren satu ini. Hahahaha. Namanya Cory Gomez. Senior saya di OMK Katedral. Ia memiliki bisnis kecil-kecilan membuat Kue Sus dan Pie yang tampak enak di halaman Facebook. Sebelum ke sana, saya menuju ATM di Pertokoan Grand Sudirman. Sepanjang jalan menuju ke sana, saya berpapasan dengan banyak orang yang seperti memberi senyum kepada saya. GR saya maksimal yah akibat ulang tahun. Saking GRya ketika Mesin ATM di areal pertokoan ini tidak bisa mengeluarkan uang, saya tidak merasa frustrasi. Kan masih ada ATM lain di Jl. Ponegoro yang juga dapat dijangkau dengan berjalan kaki. 





Sepanjang perjalanan menuju studio untuk mengambil kue, perut saya berbunyi. Sementara saya masih bingung, saya mau makan apa. Ini hari ulang tahun saya, seharusnya lah saya memberikan yang istimewa bagi mulut dan perut saya. Kemudian saya teringat, di dekat-dekat studio nanti ada warung sup kepala ikan. Saya pernah melihatnya beberapa kali saat melewati jalur Jl. Sesetan. Sejak memikirkan itu, mata saya mulai awas memperhatikan gerai makanan. Dan itu dia, tepat di kiri jalan berhadapan dengan Pertamina. Saya sudah tahu akan makan apa. Asikkkk.


Setelah bincang-bencong sebentar dengan Cece Gomez, saya pamit menuju warung sup kepala ikan tadi. Saya memesan semangkuk sup kepala ikan porsi seorang diri (saya mengetik ini dengan perasaan yang agak sedih) tentu saja komplit beserta nasi putih dan segelas es jeruk. Ini sup ikan paling enak yang pernah saya makan tetapi belum bisa mengalahkan sup kepala ikan mama tua di rumah. HARGA MATI, JELAS!





Lahap saya habiskan, hanya sepuluh menit dari kebiasaan normal, yaitu tiga puluh menit jika saya makan lauk bertulang dan berkuah. Nasi putih tandas dan es jeruk hanya menyisakan batu kristal yang perlahan mencair. Tidak ada yang kebetulan karena Tuhan selalu BAIK.


Saya bergegas kembali ke kos untuk menaruh kue-kue ini, jam 19.00 saya harus latihan kor pentekosta di gereja. Tiba di kos, formasi tidak lengkap tapi masih ada Hanne, Nevy dan K'Marga sebagai tamu PT.26. Saya persilahkan mereka mencoba kue-kue yang enak-enak ini. Lalu ide aneh mereka muncul. Tiup lilin premature, kali ini karena kuenya saya beli sendiri, hahahaha lagi???? Geli pokoknya, tapi manusiawi yah apalagi di jaman sekarang hahaha. Untung saja Hanne punya stok lilin ulang tahun di kamar, ckckckck.









Saya dijemput Yustina Maria Owa ke gereja untuk latihan kor. Iya, Yustina yang lumayan fenomenal dan padat jadwal itu. Hahahaha sudah lama kami jarang nongkrong dan bercerita. Kor berjalan baik, menyenangkan malah karena lagu-lagu yang dinyanyikan memiliki unsur etnik yang  luar biasa. Bagaimana tidak, semua lagu adalah lagu-lagu dengan gaya dari beberapa daerah di NTT. Manu lalu - Mataloko, Tetun, Ende-Lio. Kami berlatih sambil menari dan itu seru sekali. 


Kekonyolan muncul di akhir latihan, ketika Heri Tengko, salah seorang adik OMK diminta memimpin doa pulang. Yustin mengabarkan bahwa saya berulang tahun, hendaknya doa bagi saya disertakan. Sebelum doa malah saya dinyanyikan "panjang umurnya" hahahhaa... muka saya merah malu merona. Hampir semua yang hadir terkejut ketika mendapat dengar bahwa usia saya sudah 29 yang artinya setahun lagi saya akan kepala TIGA. Beberapa yang belum begitu mengenal saya tidak akan berpikir bahwa saya sudah se-tinggi ini (usianya). Awet muda-nya. Ihirr... :p #hapasih


Doa didaraskan Heri dengan hikmat kecuali pada bagian ini (saya tidak yakin merekamnya dengan pasti tetapi kurang lebih persis) 


"Kami juga mau mengucap syukur bagi Kakak/Teman/Saudara/Adik kami K'Basis yang hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke....kasakkusuk tidak jelas.... ke-29, semoga BELIAU selalu dilindungi dan diberikan kesuksesan dalam meraih cita-cita blablabla........"


Sa pu kaki lemas, sa teduduk dan ketawa dalam diam, untung masih ada tangan yang bisa sumpal mulut. Sial apa e....hahahahha B E L I A U !!!


Saat doa selesai, tawa pecah berhamburan di udara. Semua ngakak dan bernyayi lagi, kali ini dalam versi "Happy Birthday" satu-satu datang dan mengucap selamat. Duh bahagia saya.


Saya sudahi waktu di gereja malam ini dengan mampir sebentar ke hadapan Bunda Maria. Memikul nama seorang Maria dan diikuti nama Martir paling berani yang rela dipenggal kepalanya demi Kristus, saya haruslah gentar memikul tanggung jawab hidup ini. MARIA PANKRA(S)TIA(US). Dan tentu saja senantiasa dalam doa dan perlindungan Nenek saya METE serta leluhur saya SEDA.


Kembali ke kos. Sebelumnya saya memang sudah janjian dengan adik laki-laki saya, Sirilus Ratunganda untuk makan bersama. Dia yang traktir! hahaha, kurang berkat apalagi saya ini. 


Nah, pada saat silu berdiri di depan pintu ini lah, sesuatu itu terjadi. Saya baru saja menempelkan charger hape dan menghidupkannya. Sudah satu jam lebih hp saya mati. Kemudian SMS mengejutkan ini masuk:





Jantung saya berdebar lebih singkat dan nafas saya memburu. Gila, ini gila sekaliii... Rupanya ini pekerjaan seorang Kakak Olin Monteiro yang benar-benar ingin memberikan kejutan di akhir hari. Allah Maha Besar, hahahahahhaa.... Terima Kasih kepada Kaka Olin, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk membalas semua ini kecuali doa agar kakak terus berbahagia dan mengejutkan banyak orang lagi dengan hal baik. Terima Kasih juga kepada lelaki Taurus, Sang Penyair paling kampret maksimal, Joko Pinurbo, yang sudah HITS kurang lebih empat tahun dalam hidup saya. Menemani saya dalam situasi apa pun dengan sajak-sajaknya yang sederhana bermakna. KETJE!


Saya dan Silu kemudian keluar menemukan Warung Nasi Padang yang juga masih menjual Jus Alpukat di jam yang sudah larut. Seperti biasa, kami bercerita, tentang rumah, adik-adik yang menjengkelkan tetapi tak akan pernah selesai dibahas, artis-artis idola dan segala macam yang sempat melintas di kepala. Di jalan pulang, kami singgah di sebuah mini market. Silu menganjurkan saya membeli cemilan karena tadi saya tidak makan (masih terkenang sup kepala ikan hahaha). Tumben malam ini ia menawarkan saya alkohol meskipun cuma Bir Bintang isi bersih 500ML hahaha. Saya bawa pulang sebagai kado dan teman menutup hari. Hari di mana saya diperhatikan dan diperlakukan sangat luar biasa oleh orang-orang yang setia beredar dalam hidup yang fana ini.





Jika banyak orang menghabiskan waktu malam-malam panjang dan bersabda tentang kemesraan pada hari ulang tahun mereka dengan pepacar atau sesuami, saya lebih memilih melewatinya dengan DIA. Yang adalah lelaki kedua dalam keluarga, lelaki pertama pada barisan kwartet kandung berdarah kampret ini. Lelaki yang terkadang membikin sesak paru-paru dan bening air mata pecah, lelaki yang adalah refleksi seorang SAYA. lelaki yang selalu ada saat saya sungguh kalap dan butuh andalan. Hanya lelaki ini yang nomor hapenya saya simpan teguh di kepala saya, nomor-nomor mantan adalah saingan yang sempat menggeserkan kedudukannya yang hingga detik ini cuma lima senti berpindah. Huahahaha.

Itu Bir adalah KADO! Buat kasih enak lidah dan geli-geli kepala katanya, henakkkkk.


Ah yah, dan yang satu ini adalah ucapan yang TUMBEN saya terima dari adik perempuan saya yang ke-3. Adik bungsu saya tidak mengucapkan apa pun kecuali memberi jempol pada postingan mereka berdua. Ada apa entah?




It's the 1'st time we're climb together the mountain in Bali with both my brosist. Through this journey, I knew , even if we are out of the same womb , but we have the attitude and character are far different. Our face even nothing similar (wkwkwk)
Before these days passed, I want to say Happy Birthday for U ma sista. Wish u always be blessed and keep spirit with ure dreams. *Reach for your dreams , everything is not too late as long as you still have a chance to live . just assign one and Reach for it . As long as you focus , of course U can!!


----------------------------------


Cerita lain di hari 13 bulan ke-5 tahun 2016 yang masih bersangkutpaut dengan ulang tahun saya kemarin.



Masih pagi. Hp bunyi. Ada panggilan masuk.
Mama tua : hallo, ko di mana?
Saya : Kos
Mama tua : oh, ko sehat-sehat saja?
Saya : iya masih nafas. kalo su mo mati, sa kasitahu
Mama tua : mulut e mulut. kalo ko ketemu silu, bilang dia telfon mama dulu ko. mama telfon dia, tidak angkat-angkat ni
Saya : hm. Oke
Mama tua : baik su, sa pulsa habis nanti
Saya : (mulai emosi) baru saya ulang tahun tidak kasih selamat ni kah?
Mama tua : hah? tanggal berapa ini hari?
Saya : SUDAH TANGGAL 13 MEI
Mama tua : oh iya, aduh lupa ee... kemarin toh?
Bapa tua sambung dari samping : aduh dema ee... ana neku
Saya : Memang dasar orang tua yang nda sopan, bikin habis, minggat frown emoticon
Mama tua dengan perpaduan backing vocal bapa tua : Ho.. kami lupa kemarin, tapi kami doa kasih kau tiap hari o
Saya : Kasih mati su!

*Njlep. Air mata teduduk, sapa suruh!



Postingan ini saya letakan di facebook pagi ini yang kemudian menuai banyak sekali ucapan dari kawan-kawan yang baru tersadar dan malah meminta maaf. Saya benar-benar merepotkan hahahaha...


Tahun ini, saya menghadiahkan pada diri sendiri ketiga buku ini:





Hidup ini KAMPRET sekali! 



Maria Pankratia Mete Seda
12 Mei 1987 - Taurus


B A P A K



Ini status Facebook saya 10 Juli 2015 Pukul 10.23 AM. Sambil mengetik ini, air mata saya bercucuran

Ketika kita berada jauh dari rumah
Ketika kita harus berpacu dengan keras dunia
Ketika kita merasa dikhianati semesta
Ketika kita tidak bisa merekam wajah ceria
Yang terakhir dari "mereka" yang kita puja
Ketika atasan kita memohon loyalitas kita
Namun sesungguhnya tidak sinkron dengan realita
Ketika alam raya marah
Dan semua yang bisa kita andalkan ternyata percuma
Butuh berkilo-kilo meter lagi untuk tiba di rumah
Perlu berjam-jam tangisan lagi dan basa-basi pura-pura
Ini akan menjadi perjalanan yang sangat sengsara
Agar dapat bertemu Bapa
Dukacita yang mendalam untuk Adik Kekasih saya Nevy Seko
Tuhan sayang Bapa Emil (+) Requiescat In Pace


***

Ia mendatangi kamar saya malam itu dengan wajah yang basah.

"kak, saya minta tas kah"

Beberapa minggu yang lalu, saya keluar kota menggunakan tasnya yang lumayan kuat untuk mengisi barang-barang saya yang selalu terlalu banyak saat bepergian.
Saya belum ngeh, mengambil tas tersebut dari belakang pintu dan memberikannya yang sedari tadi berdiri di depan pintu.

"kau mau ke mana?" tanya saya

"Sa mo pulang kak"

Saya kaget. Serius

"Lho, bukannya kau rencana pulangnya agustus? kapan ko mo jalan?"

"Besok atau lusa, mana yang paling cepat. Bapa tua sudah ... (dia tidak mengatakannya tetapi mengekspresikan dengan memiringkan kepala, yang saya pahami dengan sekarat) setelah melakukan itu, air matanya mengalir lagi. deras
Spontan saya dekati dia dan memeluknya erat. Lama kami berdua berpelukan dalam diam, hanya air mata yang mengalir. Dari matanya, yang saya rasakan menembusi kulit bahu saya dan air mata saya yang memang sudah terbiasa mudah luruh saat mendengarkan hal-hal pilu seperti ini.
Wajahnya masih terbenam di bahu saya ketika bicara seperti ini

"Mama bilang, kalian cepat pulang sudah, Dia (bapak) hanya tunggu kalian saja baru bisa pergi"

Oh God....it's hard! For us, who really far from HOME!

***

Keesokan hari, saya masih bertemu Nevy di jalan saat menunggu jemputan ke kantor (karena saya selalu mengandalkan orang lain jika soal berkendara :D ). Katanya baru saja kembali dari Ubung, mau jemput adiknya dari Malang yang ternyata belum tiba. Wajahnya saat itu sungguh kuyu dan mata sudah merah sekali.

Di kantor, saat di toilet, hape saya berdering. Deuh, ditelfon saat bergaya tak senonoh itu entah penting atau biasa saja tetap tak mungkin diangkat. Maka saya diamkan, tak lama kemudian ada SMS masuk. Dari Wakil Ketua Syuradikara Bali Community rupanya. Kaka Mon Woge

"Ibu ketua, maaf mengganggu, saya cuma mau konfirmasi katanya Bapanya Nevy meninggal pagi tadi. tolong informasikan kawan-kawan dan koordinasi untuk doa bersama atau bagaimana. Sekian info"

Saya terkejut. bukan main. balasan saya singkat

"Sudah meninggal? Ya Tuhan...."

Saya kembali ke ruangan saya, duduk dan terguguh. Lama sekali. Saya telfon Nevy dan memastikan. Suara sesenggukan perempuan tegar itu saya dengar, saat itu nevy sedang di UBS mencari tiket pulang.

Akh!

***

Sejak 9 Juli 2015 situasi Gunung Raung _yang membikin sebagian orang Indonesia heran, sebab tidak pernah tahu ada gunung ini di negara ini_ tidak bersahabat. Sampai-sampai Bandara terkemuka seperti Ngurah Rai harus menutup sebagian besar penerbangannya demi menjaga keselamatan penumpang. Dan ini berita tidak baik untuk Nevy dan teman-temannya seperti kami yang berharap Nevy segera bertemu bapak dan berkumpul bersama keluarganya.
Sulit mendapatkan penerbangan yang cepat, memikirkan alternatif lain yaitu melalui jalan darat secara estafet. Ide gila lain yang membuat kami semua menarik nafas panjang. Damn!!! Macam beginikah kita anak rantau, jarang pulang, saat mau pulang apalagi keadaan genting, malah seperti di atas lautan dengan badai besar, terombang-ambing. Tidak pasti.

***

Tiket tercepat akhirnya jatuh pada hari Minggu, 11 Juli 2015. Keberangkatan pukul 12.10 Wita DPS-MOF (MOF = Maumere). Kami lega dan berharap semua berjalan lancar.
Minggu siang setelah kembali dari Misa, saya menghubungi kawan saya Welly. Kami berangkat bersama ke bandara untuk melepas Nevy dan adiknya berangkat.

AKAN TETAPI

Raung kembali mengamuk. Semua penerbangan dibatalkan. Bandara hiruk pikuk. Manusia berseliweran. Kami dan Nevy berpikir cepat. Tetap saja macet. Solusi hilang kemana kaden. Kampret!

Kabar dari Rumah Duka, Jenazah akan dikuburkan Besok 12 Juli 2015 Pukul 13.00 Wita.

Ucapan Nevy datar dan pasrah.

"Yah sudahlah, dirubah saja jadwalnya ke tanggal 15 nanti seperti saran maskapai. Saya pulang kapan saja juga toh bapak saya dikuburnya besok"

***

Entah pukul berapa saat itu, ketika Nevy muncul dan menyapa seperti tak ada apa-apa dari anak tangga.

"Selamat malam, kami pulang"

Saya kebetulan lagi ngulet di kamar (tadinya balik duluan karena Welly ada jadwal latihan sepak bola untuk Flobamora Cup). Terbangun saya segera dan bertanya

"Kok pulang?"

"Iya kak, mau gimana pesawatnya tidak bisa berangkat sekarang?"

Hancur!!!

Malam itu, kami tutup dengan berdoa bersama lagi. Memohon kekuatan dan pasrah yang teguh bahwasannya ungkapan "manusia boleh berkehendak, namun Tuhan yang menentukan" itu sangat tepat untuk menggambarkan situasi saat ini. Gimana men...???

Semoga BESOK 15 JULI 2015 SEMESTA MENDUKUNG, Nevy dan Tri bisa pulang - tiba di kampung halaman dengan selamat dan bertemu Bapak. Nisannya sudah tertulis nama bukan?

RIP Bapak EMIL SEKO. Tete Manis Jaga!

***
Sedikit catatan : Nevy sudah cukup lama mengajukan cuti agar bisa segera pulang karena mengetahui kondisi kritis bapak. Tetapi karena situasi tempat bekerja masih sangat membutuhkan kehadirannya maka harus diundur dahulu. Seharusnya sejak Senin 11 Juli kemarin itu, ijin cuti Nevy sudah di ACC dan dia sudah bisa berangkat segera. Namun .....

IYA NAMUN!

Dan ini status Nevy, Hari ini 14 Juli 2015 Pukul 10.00 AM. Dan lagi-lagi saya menangis setelah mengakhiri tulisan ini

Bapa tersayang,
Yg terus memantrai kami dgn doa,
Yg membuat kami terus berjalan,
Yg mendorong kami dgn kata-kata penyemangat,
Yg menarik kami dgn teladan hidup,
Yg membuat kami tahu arti mencintai dan kesetiaan,
Yg mengajarkan kami mengampuni dan memberi kesempatan lagi,
Yg selalu mengucapkan maaf dan terima kasih,
Yg selalu meyakinkan kami bahwa selama masih bisa merasakan sinar matahari harus bersyukur,
Yg selalu merindukan kami pulang, berkumpul, berpelukan, bertengkar, dan bercerita sampai pagi,
Yg selalu menyaksikan kami rebutan remote tv,
Yg menantikan kami untuk makan bersama,
Kita akan berkumpul pada waktunya pa.
Peluk sayang selalu.




Gambar : Google




Untuk Seorang Florianus Ngera :D a.k.a Umbu Nababan/Umbu Spiderno/Umbu Nadus

Hari-hari ini kisah kita berubah dahsyat kawan…
Masih ingat, tidak?
Bagaimana Biji mata mau taputar balek, senyum merekah-rekah…hahaha
Karena membahasa sebuah nama, seorang “itu saja”
Seakan “seseorang” itu “Segala”
Semua pasti pernah begitu…Kau, Saya, Mereka yang sok keren mau ketawa kita orang,
Ada lagi…

Mau diam saja, pendam saja…susah

Kita bahkan membiarkan mereka menguasai inti dari mimpi kita
Yang seharusnya teramat pribadi
Disana..mereka selalu ada, menggoda dan tinggi hati
Tengah malam, insomnia
PAgi Buta, menonton matahari dengan bawa mata hitam merekah
Tengah hari, ketika para manusia berbagi cerita
Senja hari hingga petang yang seperti memerangkap pembuluh nadi dan laju otak kiri, jadi Bodok!

Nyaris kita kehilangan “Siapa kita”
Mudah saja kita teraniaya, terjerat dan dibuat kalang kabut, hilang akal, menderita…
Dan kita senang, enakkk, menikmati….Dungu!

Mari kita tertawakan semua isi yang baku, asam-manis-pahit-pedih-perih-asin-hambar-kegirangan melonjak-bergetar-ada lagi yang bilang macam kupu-kupu dalam perut..huahahaha
Pengalaman yang tak lama lagi bakal jadi ramuan paling istimewa!
Karena seperti keyakinan kita sekarang
“Hanya Pujangga yang paham bahwa galau adalah sumber inspirasi”
Asssoyyy

Sudah saatnya kita Jumawa, kawan dan tampil wibawa
Jaman iseng-iseng dan jatuh cinta sampai mabok sudah usai
Yang pasti, kau dan saya tidak pernah sia-siakan masa kita yang seharusnya…
Toh?

UNTUK SEGALA SESUATU ADA MASANYA
UNTUK APAPUN DIBAWAH LANGIT ADA WAKTUNYA

Wassalam,

Orang Baik Berakhir di Bulan Baik

31 Mei 2013 : Subuh itu saya nyenyak sekali, sampai akhirnya hape yang selalu stabil disamping saya bergetar dan menampilkan nomor baru di layar, hm.. siapa lagi orang iseng nih. Tapi naluri saya menyuruh untuk menerima saja panggilan tersebut. Dan suara lelah Kak Salesh dari seberang tiba-tiba memenuhi lubang telinga saya. Detik berikutnya saya terduduk lemas. Sesenggukan.

Sampai detik ini, saya percaya Kak Yeris sudah di surga. Mengenal orang ini sekian tahun, tidak ada cacat cela sedikitpun yang saya temukan baik dari sikap, perbuatan, karakteristik, maupun fisik. Lelaki hitam manis dengan wajah dan senyuman yang selalu manis serta sikap yang senantiasa rendah hati. Tak banyak bicara kecuali koleksi ketawa dan mungkin karena hal ini juga kita selalu menaruh hormat kepada Beliau. Kepedulian dan kasihnya tak pernah setengah-setengah (kaya Iklan Kopi yah, hehe) kepada orang-orang terdekatnya, hal ini yang membuat kawan-kawan selalu membahas dan merindukan Beliau ditengah obrolan maupun kegiatan Orang Muda Katolik khususnya di Katedral Denpasar. Tak ada posisi penting yang pernah beliau jalankan di OMK PRKKD, tak ada peristiwa mahadahsyat yang menimbulkan kesan tak terlupakan namun sosok Kak Yeris sudah melekat, erat, menyatu dan meninggalkan duka yang mendalam ketika akhirnya Beliau harus mendahului kita semua menuju Bapa di Surga. Yang tidak pernah bisa saya lupakan, beliau selalu menyelipkan pesan penting di setiap comment Facebooknya : Basez, tetap semangat yah menggerakan kawan-kawan dan adik-adik OMK di Denpasar. Apapun tantangan dan masalah pasti ada penyelesaian dan harus selesaikan dengan cara yang baik. Tuhan memberkati.

Ah yah, saya temukan Inbox terakhirnya berikut ini :
• Conversation started April 3
3:27pm
Oi Daniel : basis,ni kak yeris..
kalo ada info2 tentang berita duka dr keluarga tmn2 omk,tlg sy di info kan jg..jgn hanya tmn yg laen aja yg di info,jgn krn kt sdh berkeluarga trus dilupakan..sy pernah jd bagian dr omk ktdrl dps..trimakasi
6:19pm
Maria Pankratia : Waduh kakak, saya tidak punya kakak punya nomor lagi (hape yg lama hilang beserta nomornya) dan kebetulan info kematian Bapak Matius kemarin saya di info sehari sebelum penguburan jadi mendadak semuanya. maaf kak. minta no hape dl.
• April 4
6:56am
Oi Daniel : 081 338 464 850. kalo ada berita2 penting ttg tmn2 tlg di infokan ya..makasi basis
• April 4
5:39pm
Maria Pankratia : ok kak...

Kenapa selalu orang baik yang cepat mendahului kita menemui Bapa di Surga? Apakah supaya mereka lebih fokus dan berkonsentrasi mendoakan kita orang-orang yang tidak baik di bumi ini (@.@) #Kak Yeris,kenapa harus Kakak?! (T.T)

Untuk salah satu Orang Sumba Baik Hati dari Sekian yang saya kenal, saya Persembahkan ini. Rest In peace Kakaks (T.T)

Foto ini saya Capture waktu beliau bertugas sebagai Sie Properti Kasar Kepanitiaan TABLO OMK PRKKD 2010 *Basez, kamu dokumentasi tuh coba bawa camera kah supaya foto kita lagi kerja. Kasihan Iwan mau narsis tidak bisa. hahahaha.

Untukmu ; NOTES \m/

Beneran yah, nulis tuh butuh dooping, nulis juga butuh mood booster. Seperti sekarang, mood boosternya suara polos kaka tuteh dan petikan gitar kaka noel. Hahahahaha… suara polos e ncim… tapi tulisan ini saya buat bukan karena mau cari muka orang ende bilang tapi lebih kepada emosi yang tak terbendung seperti kata ka noel di awal VCD-nya notes. Karena semua keinginan berkarya sudah tidak terbendung lagi… tapi serius ini tulus, dengan sebatang dunhill berasap saya mau persembahkan ini buat Tokoh Inspirasi NTT terbaru, yang baru saya nobatkan K’Tuteh Pharmantara.

Ini orang sudah tidak tau saya harus sebut dia apa e, Strong and Independent Woman seperti biasa kayanya su tidak pantas lagi. Lebih daripada itu saya memiliki keterbatasan bahasa. Hahaha, jago nulis, jago jalan-jalan, jago nyanyi, jago main gitar, jago ngomong, jago siaran, jago memotivasi, jago memimpin, jago berkreasi dan jago yang lain-lain. Beberapa kali ketemu tanpa kami sadari karena memang belum saling kenal, pertemuan pertama karena waktu itu masih duduk di kelas satu SMA dan pengen belajar Internet. Sejam masih 7ribuan di Warnet rumah Jl. Irian Jaya dan pertemuan2 tak terduga selanjutnya trus akhirnya bisa Kopdar di Nasi Gandul Tuban lalu percakapan mengalir deras tak terbendung. Arghhhhhhhhhhhhh…. Kangen suasana itu lagi bersama Umbu nababan dan Om Bisot juga disana (Member Flobamora Comm. Chapter Sumba dan Jakarta) hahahaha…

Dan sekarang VCD notes nangkring di kamar, sambil mengalun pula kemudian beberapa novel yang belum sempat saya baca karena saking maruknya saya ingin melalap segala bacaan mesti ngantri dulu. Wah Orang Ende tidak jauh beda kok dengan Orang-orang Indonesia lainnya. Bener dah sederhananya begini, tanggalkan segala latar belakang suku, budaya maupun agama. Manusia itu ditentukan dari Bagaimana Pribadi dan kemampuannya! Dan semua anak manusia dengan tau dan mau memiliki tanggung jawab serta keterampilannya mengasah segala yang dia punya. Buat Notes, saya tidak mau berkata muluk dulu akan tetapi dengan telah melakukan yang PALING BISA DILAKUKAN seperti yang telah dikerjakan sudah dimanakah levelnya? _Saya merasa jauh tertinggal benar, Iri akan tetapi terangsang berkompetisi_

Dari semua lagu satu conclusion : Easy listening

Lagu Untukmu – asik, teman saya pertama dengar yang notabene penyanyi juga langsung pengen bikin cover-nya. Hahaha
Lagu Cinta-Cinta - hm… itu musiknya mengingatkan saya pada lagu-lagunya siapa yah jaman 90-an dulu, ada pokoknya
Lagu Falling In Love – seru gokil, bikin pengen ada juga dalam video klipnya. Wkwkkwwk
Lagu Jangan Salahkan Aku – Deuh, itu gua banget dah seturut pengalaman yang ada. Curcol!!!
Lagu Dewi – intro awalnya buat saya teringat instrument2 dayak seperti bunyi petikan sape mana liriknya yang bikin syahdu merinding dan ada bagian tertentu mengingatkan saya pada lagu-lagunya BIP dulu. Uwhhhh……

Dan lagu-lagu lainnya yang saya yakin bakal setia temani saya sejak saat ini.

Go K’T, you are really Big Girl!!! Muachhhh. #K’Noel, bener-bener pencinta Jimi Hendrik yah kayanya. AjibSip dah… \m/

Pembicaraan Semalam

Postingan ini sebenarnya merupakan hasil dari percakapan "INTERLOCAL" antara saya dan adik kelas saya AMA VOLTA yang berlangsung semalam.

Ada banyak hal yang kami perbincangkan, dan saya cukup bingung harus memulainya darimana tapi beberapa point penting yang bisa saya bagikan disini kira-kira sebagai berikut :

(Curhat)
Beberapa waktu lalu saya mengalami kejatuhan yang sungguh dalam pada seseorang yang pasti dia laki-laki, kami benar-benar saling memuja. Mungkin masih hingga saat ini, saya akui ketika saya kehilangan kesadaran situasi ini akan kambuh perlahan. Tapi saat ini, saya sudah berkomitmen pada diri saya sendiri bahwa saya harus mengakhirinya. Karena satu dan lain hal yang terjadi bahwa saya mesti menelan pil pahit ini dan konsisten mengecapnya hingga dia tak lagi pahit namun sebaliknya tawar dan biasa saja. Saya patah hati parah sekali T.T

Itu cerita singkat saya kepada Ama Volta yang bukan kebetulan saat ini menimba Ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya alias Psikologi. Jadi ceritanya sekaligus KOnsultasi Gratis (selagi belum buka praktek) hahahaha....

Kemudian Ama berusaha mengolah masalah saya ini menjadi sesuatu yang spontan membuka pikiran saya serta menyiratkan kembali binar mata yang mungkin sudah lama terkungkung dalam pemikiran yang "GALAU" hahahahaseekkk....

Hal terpenting dalam hidup ini sebenarnya adalah :

* Berani melepaskan diri. Contoh sederhana : Saat kita selesai makan dan duduk diatas kursi, kita akan merasa kesulitaan sekali untuk bisa merasa nyaman karena baru saja kekenyangan. Tapi saat kita mencoba memaksakan diri untuk merentangkan badan dan mencari posisi nyaman, kita merasakan kelegaan yang tak terkira. Nah, dalam masalah ini yang menjadi pemegang kendali adalah diri kita sendiri, kita harus memiliki kekuatan (super bahkan) untuk berani melepaskan diri dari kungkungan masalah ini. Hal paling baku disini adalah tentang Keikhlasan, bagaimana bisa menerima semua. IKHLAS!

* Mengetahui sungguh apa yang ingin kita jalani. Jalani tanggung jawab yang ada, Skala prioritas ditekankan disini. Apabila masalah ini hanya akan menghambat laju prioritas kita maka letakkan dia di tempat paling dasar daripada prioritas itu sendiri. Ingat bagaimana Tuhan menciptakan Manusia pertama? Tuhan membiarkan Adam sendirian terlebih dahulu, agar Adam fokus memperhatikan ciptaan yang lain seperti Tanaman, Binatang, Hewan, dan lain-lain. Setelah Tuhan melihat semuanya baik dan Adam sudah bisa melakoni perannya dengan benar, barulah Tuhan mendatangkan Hawa bagi Adam. FOKUS!

* Keyakinan. Hal paling mahal di jaman ini yaitu tadi, mengenal orang lain dan bergantung pada sesuatu alias memiliki harapan. itu hal paling sulit. Tetapi lebih awal yang mesti dilakukan sebenarnya adalah meyakini diri sendiri bahwa kita bisa, kita mampu, kita kuat melakukannya. Niscaya tidak ada yang mustahil karena segalanya mungkin dan selalu tepat pada ukurannya. Bahasa Alkitab : Indah pada waktunya. maka belajar PERCAYA!

* Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Segala yang terjadi di dunia ini bukan sebagai kebetulan. Beberapa orang cenderung menggunakan kata ini dengan sering namun tidak pernah mereka sadari bahwa sesunggunya semua kejadian itu sudah pada porsinya. Sudah memang harus begitu karena semua yang berlaku pasti memiliki tujuan dibelakangnya. HIKMAH!

Ada banyak hal lain yang membuat kami sungguh berapi-api malam tadi hingga menghabiskan waktu 2:12:7 *waow* really quality conversation. And Danke so much for My Black Sweet Brother to share everything with me. Bersama-sama kita berproses menuju Dewasa dan menjadi Manusia sesungguhnya :)Syalom~

Another Perfect Weekend ; Another Unique Indonesia


Sabtu yang cerah, libur dan planning jalan-jalan yang oke dan siap terlaksana. What a great weekend, huh? Bersama Jeng Asti, teman gereja saya dan juga terkadang adalah teman berbagi karena umur yang tak jau berbeda :p kami berdua mengendarai sepeda motor menuju Ubud. Tentu saja Asti sebagai juru mudi-nya dan saya yang selalu setia abadi nan jaya sebagai penumpang di belakangnya (-.-“!)

Tujuan kami adalah (lagi-lagi) Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma milik Bapak Agus Prajitno (tentang Bapak, sudah saya ceritakan sedikit pada blog yang ini : CERMIN WANITA INDONESIA)
Setelah sekian lama tidak beranjangsana lagi ke tempat Bapak kali ini kami benar-benar akan menghabiskan waktu melalap satu persatu koleksi Topeng, Wayang maupun benda-benda antik lainnya yang bisa kami temukan di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma.















Satu yang ingin saya peringatkan kepada kawan-kawan apabila sewaktu-waktu memilih saya sebagai Penunjuk jalan atau Guide “HATI-HATI”…hahaha sebab saya suka sekali menemukan jalur sendiri sehingga menimbukan “KENYASARAN”..wkwkwkw… dan seperti hari ini juga, saya dan Asti harus nyasar lagi sampai-sampai berhenti dan sarapan Bakso dahulu (mungkin kami nyasar karena penyebabnya adalah saya kelaparan,hahahah). Kebetulan sekali hari ini adalah KUNINGAN, meskipun nyasar tapi kami tetap bisa menikmati pemandangan serombongan pemuda yang bermain barong atau bapak-bapak dan ibu-ibu berkostum putih menuju pura bersama bahan sembahyangannya. Setelah tebal muka bertanya kesana-kemari seperti wisatawan-wisatawan pada umumnya (Seolah-olah) kami akhirnya menemukan jalan yang tepat menuju BANJAR TEGAL BINGIN tempat dimana lokasi rumah topeng berada. Sudah tengah hari saat kami tiba di TKP dan suasananya seperti biasa, asri sejuk memberikan kenyamanan selalu ^^



Kami beruntung karena Bapak Prajit baru saja selesai melayani serombongan pengunjung yang adalah para dokter. “kebetulan tidak ada praktek hari ini jadi mereka pada rame-rame main kesini”…waow

Kunjungan ini diawali dengan sebuah percakapan tentang Topeng dan Wayang di Indonesia, penggemarnya yang mulai jarang dan yang menggandrunginya kadang di bilang “Aneh, kolot, kuno, ndeso” *Kasihan*



Beberapa stasiun Televisi dan Media berusaha memperkenalkan dan menyemarakkan kembali warisan-warisan leluhur Indonesia yang mulai langka ini setelah beberapa saat lalu Negara tetangga yang sebenarnya serumpun dengan kita “Ternyata jauh lebih menghargai budaya kita dan sedikit MEMBANTU mempropagandakannya ke khalayak ramai” *jadi tunggu di akui bangsa lain dulu, di klaim bangsa lain dulu, di bangga-banggain sama bangsa lain dulu baru mental dan niat melestarikannya itu berapi-api. Bawaannya pengen senggol-bacot ajja… ceroboh! Yah wes lah, nda usah panjang lebar. Merutuki karakter bangsa sendiri itu lebih mudah memang daripada memperbaikinya. Mending mari sama-sama kita berusaha dengan kemampuan yang bisa dibudidayakan *cieh bahasanya, kata dikembangkan sementara cuti dulu yo… :p

Pembicaraan kemudian meluas ke tokoh-tokoh pewayangan dan sejarah Indonesia jaman kerajaan dulu. Ternyata istilah waria itu bukan baru ada jaman-jaman sekarang. Waria atau tampilan wanita pria sudah ada sejak jaman dahulu. Dikenal dengan istilah Wandu. Namun orang-orang transgender ini kebanyakan berkecimpung dalam dunia seni dan budaya, bahkan mereka begitu dihargai dan dijadikan tokoh teladan mungkin di jaman sekarang kita bisa lihat Penari dan Aktor “Didik Ninik Towok” yang selalu lemah gemulai diatas panggung meskipun bertopeng dan berdandan cantik, beliau tetap cowok tulen lho. Hehe… dunia memang penuh rahasia dan misteri yang tidak bisa dipecahkah.
Benar kata kawan saya : ada beberapa hal yang tidak perlu kau tuntut penjelasannya atau alasannya, kau hanya membutuhkan keikhlasan untuk memahaminya dan kemudian mari menikmatinya. Hm…

Oh yah beberapa waktu lalu saya sempat membaca Novel Bilangan Fu karangan Ayu Utami dan sempat sharing sebentar dengan mantan pacar yang cukup antusias dengan sejarah Indonesia. Yaitu Mengapa ada mitos Orang Jawa tidak boleh menikah dengan Orang Sunda? Mengapa tidak ditemukan Jl. Majapahit ataupun Jl. Gajah Mada di Bandung maupun Bogor? Ceritanya cukup tragis. Mari sedikit berjalan-jalan ke jaman Majapahit….

***
Siapa yang tak mengenal Gajah Mada, mahapatih Kerajaan Majapahit yang pernah bersumpah tak akan makan buah palapa sebelum seluruh Nusantara bersatu? Kebesaran namanya bukan saja karena sumpahnya itu, tetapi juga karena kepemimpinannya. Namanya tak bisa dilepaskan dari kerajaan besar di Jawa Timur itu, yang kekuasaannya meliputi sebagian Jawa, Bali, dan Sumatra. Majapahit adalah Gajah Mada dan Gajah Mada adalah Majapahit.

Kesetiaan sang Mahapatih kepada kerajaan tak perlu diragukan. Seluruh hidupnya dibaktikan demi kejayaan Majapahit. Baginya, mengabdi kepada kerajaan itu di atas segala-galanya. Lebih penting dari nyawanya sendiri. Dan memenuhi sumpahnya adalah ambisi yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Saat banyak negeri takluk - dengan suka rela ataupun melalui perlawanan - di bawah kebesaran Majapahit, nun di sebelah Barat Jawa, di kaki Gunung Sawal, tersebutlah sebuah kerajaan Sunda dengan rajanya Linggabuana, berdiri bebas merdeka; membuat Gajah Mada penasaran ingin menaklukkannya demi memenuhi ambisinya. Maka, diputarlah otaknya mencari cara yang tepat agar kerajaan tersebut dapat dikuasai.


Ketika itu raja muda Hayam Wuruk masih belum beristri. Banyak sudah utusan dan juru lukis istana dikirim ke negeri-negeri taklukan guna mencari calon permaisuri. Namun, hingga kini tak jua ada yang berkenan di hati Sang Raja.

Kebetulan sekali, Raja Linggabuana memiliki seorang putri jelita yang juga belum menikah. Dialah Dyah Pitaloka; seorang putri yang bukan saja cantik rupa, tetapi juga cantik budi bahasa, cerdas, ramah, baik hati, dan pemberani. Gajah Mada pun menemukan jalan!

Singkat cerita, Hayam Wuruk pun jatuh cinta pada sang putri jelita. Lalu, disampaikanlah lamaran resmi yang diterima dengan segala kebanggaan oleh Prabu Linggabuana. Dyah tak kuasa menolak. Ia tak ingin mengecewakan rama dan bundanya, meski pun sebenarnya ia masih punya cita-cita luhur memajukan kaumnya di negeri Sunda.

Ia ingin, perempuan negerinya tak hanya pandai menjadi istri setia, tetapi juga pandai membaca dan menulis. Ia tak ingin sekadar menjadi seperti Dayang Sumbi atau Purbasari. Ia bermimpi, perempuan Sunda kelak juga bisa memimpin negeri sebagaimana cerita yang ia baca dari negeri-negeri seberang di luar Tanah Sunda.

Namun, apa daya, ia tak mampu menolak nasib yang telah digariskan baginya. Maka, pergilah ia menyongsong masa depannya ke Tanah Jawa.

Ternyata ia bukan sekadar menyerahkan dirinya , tetapi juga mengantarkan nyawanya. Putri Sunda itu mati dengan gagah berani di ujung tusuk kondenya sendiri, bahkan sebelum sampai ke pelaminan. Ia memilih mati bersama ayahanda dan rakyatnya demi membela kehormatan negeri ketimbang harus takluk pada tipu muslihat Gajah Mada yang licik dan keji. Peristiwa ini kemudian dikenal sejarah sebagai Perang Bubat.

Pada perang ini Prabu Linggabuana dipaksa untuk menyerahkan kerajaannya dan mengakui kebesaran Majapahit kemudian bersedia menikahkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan Hayam Wuruk sebagai Pangeran Majapahit. Tentu saja Prabu Linggabuana tidak ingin menyerah begitu saja, perang berlangsung sengit hingga semua pasukan pasundan dibumihanguskan. Melihat ini sang Putri Dyah Pitaloka tidak menerima begitu saja, dengan gagahnya Ia menantang Gajah Mada kemudian menikam ulu hatinya dengan Patrem sejenis tusuk konde penghias rambut wanita. Sang Putri memilih mati bunuh diri daripada menikah dan menyaksikan Keluarga serta para pasukannya dibunuh. (Terasa ada unsur pemberontakan (seorang perempuan) di sini. Pilihan patrem - bukan keris atau belati - membuat akhir cerita ini jadi lebih dramatis dan menyentuh)





Hari ini kita masih sering menyaksikan hubungan Jawa-Sunda (orang Jawa dan orang Sunda) yang tampak tidak terlalu mulus. Masing-masing pihak mengklaim sebagai "yang lebih tua". Apakah itu bermula dari Perang Bubat ini, yang mengakibatkan Gajah Mada gagal memenuhi sumpahnya dan Negeri Sunda kehilangan raja dan putrinya? Entahlah..
Wah saya sudah membahas lumayan panjang lebar tentang Sejarah Indonesia, mari kita lanjutkan perjalanan kita hari ini.



Setelah itu, Bapak bercerita tentang perjalanannya ke Cina beberapa waktu lalu bersama Ibu. Beliau begitu antusias saat menuturkan pengalamannya menonton Opera Cina. Tata panggung dan efek, para pemain yang luar biasa serta cerita yang begitu menggambarkan kehidupan masyarakat cina itu sendiri. Beliau berharap, lima atau sepuluh tahun lagi Indonesia juga sudah memiliki kemajuan yang sama. Bukan hanya kemajuan teknologi tapi memadupadankan Teknologi dengan Budaya serta Seni Indonesia dalam suatu kesempatan yang luar biasa. Yah gantungkan harapan setinggi-tingginya kepada penerus Bangsa saja, Pak. Hehehehe… mereka pasti bisa asal jangan salah jalan dan terlalu di “MOTIVASI” sama beberapa tayangan Televisi jaman sekarang “Yang itu-itu saja” hohohohohoh.. Menyebutnya saja saya sudah PEMALI sekarang :p

Karena kesibukan Bapak yang tidak dapat ditunda maka Beliau memohon diri untuk pamit sebentar dan membiarkan kami berkeliling sendiri.

Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma (RTWSD) adalah rumah ( tempat tingal ) bagi topeng dan wayang khususnya Indonesia di Bali, dibuka dengan tujuan selain melestarikan juga menjadi tempat rekreasi keluarga untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia dan pengembangan kesenian Topeng dan Wayang. Saat ini RTWSD mengkoleksi 1160 topeng dan dari seluruh Indonesia , africa , mexico dan Italy. wayang 4680 pc dari seluruh Indonesia , kambodia, Malaysia , Myanmar dan China. Semua koleksi tersebut terbagi dalam tiga buah rumah yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia yaitu joglo, tekuk lulang dan Limasan (saya akan mereview ini pada postingan yang lain). RTWSD di dedikasikan untuk Indonesia sebagai bentuk kerja nyata melestarikan kesenian Topeng dan Wayang yg lambat laun meredup bahkan hilang diterpa hiburan jaman sekarang. RTWSD dibangun diatas lahan seluas 1.4hektar yang memiliki kontur tanah atas dan bawah, areal atas mengunakan bagunan architectur bali dan bagian bawah mengunakan bangunan tradisional Jawa, dengan taman tropis dan lapangan rumput serta pemandangan sawah. Nah bagi yang penasaran, LANGSUNG KE TKP deh saya GUARANTEE 100% bakal PUAS!!! Hahahaha….















Puas berkeliling dan bercerita dengan alam pikiran sendiri yang bermacam-macam tentu saja, kami menemukan entahlah apa yang dimaksudkan dengan ini tapi saat kalian ikut melihatnya kalian pun akan mengalami keruwetan yang sama tentang proposional KARYA TANGAN ini…


Adalah Teguh Ostenrik, seorang seniman yang lumayan terkenal dan popular di kalangannya (karena saya mendengarnyapun baru hari ini saat disebutkan oleh Bapak) menciptakan Karya seni ini sebagai Kebahasaannya akan karya seni dan budaya yang ditampilkan oleh Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma. Mengutip apa yang disampaikan oleh Bapak Prajitno
“saking bingungnya si Teguh mau menggambarkan topeng dan wayang yang Ia lihat disini karena begitu luar biasanya maka dia menciptakan karya tangan ini yang sampai hari ini pun Bapak sendiri berusaha untuk mencari tahu apa maksud dibaliknya. Benar-benar abstrak dan Ia membiarkan kita memiliki pikirannya masing-masing saat melihat INI”….. ckckckckck manusia memiliki kedalaman pikiran yang LUAR BISA saudara-saudara…

Setelah beberapa menit merelakan kepala berpusing ria dengan KARYA TEGUH OSTENRIK, kami beranjak menuju kantor RTDW. Disana kami ditawarkan minum oleh Bapak dan mengobrol lagi. Obrolan kali ini hanya seputar masalah kehidupan yang klasik dan berbagai macam masalahnya. Tiba-tiba saya teringat dengan beberapa koleksi Bapak yaitu EMAS SUMBA yang disebut “MAMULI” dan Beliau akhirnya dengan senang hati memperlihatkannya kembali. Rupanya sudah bertambah koleksinya, kalau dulu masih MAMBULI KECIL sekarang sudah ada MAMULI BESAR yang ukurannya dua kali lebih besar dari sebelumnya. Lalu ada beberapa cincin batu yang Beliau dapatkan dari BIRMA. Mata saya hampir copot lihatnya, saya cuma bisa punya photonya aja. Oh yah dan juga beberapa gading panjang yang tidak bisa saya capture gambarnya karena terbungkus rapih. Tentu saja saya tidak ingin melihat bapak kerepotan hanya karena saya.




“Ini Bapak nda bermaksud pamer lho, hanya mau nunjukkin ke kalian-kalian anak Bangsa ini bahwa sebenarnya Bangsa kalian ini KAYA sekali. Luar biasa Indahnya. Heheheh..” (Ketawanya khas Bapak Prajit lho) :p

Tidak puas dengan koleksi dalam lemari, kita diajak melihat-lihat koleksi Garasi. Asikkk… Mobil Klasik masih berplat Malang ini dibeli Bapak sejak beberapa tahun lalu. Semuanya masih bisa digunakan tetapi karena suaranya yang berisik, masih pikir-pikir dulu mau menggunakannya. Hahahah… Yang berwarna hijau itu antik abis pokoknya, kap mesinnya dibuka manual, cara ngidupinnya pun purba abis alias tuasnya yang berada di depan mobil mesti diputar berkali-kali hingga mesin mobil hidup. Mobil Tahun 1932 ini laiknya Ferari yang bisa dibuka atapnya, tapi lagi-lagi tentu saja secara manual. hahahahaha...






Kata Bapak lagi “saya gak beli barang antik tapi barang bekas. Saat akan menjadi barang antik, dia harus melewati proses dahulu. Barang Bekas – Barang Baru – baru Barang Antik. Ada ada saja Bapak ini. Wkwkwkwkw. Silahkan cerna sendiri lah…=))




Puas mengobrol dan bercanda, saya dan Asti pamit permisi ke Restaurant yang juga milik Bapak Prajit. Beberapa pengunjung yang mendatangi RTDW Setia Darma selalu direkomendasikan untuk mencoba Warung ini dan seperti biasa GAK BAKALAN NYESAL. Namanya Warung Pulau Kelapa. Restaurant dengan nama KHAS INDONESIA ini mempersiapkan makanan dan minuman yang juga khas Indonesia plus suasana yang INDONESIA abisss…. Gak percaya? JANGAN IRI LIHAT PHOTO-PHOTO dibawah ini :p




























Okelah, sepertinya sudah sekian dulu cerita perjalanan saya kali ini. Kami pulang ke Denpasar menyusuri jalanan UBUD yang asri dengan gallery-galery seni di kiri kanan jalan serta wewangian dupa sore dari sembahyangan para abdi Sang Hyang Widhi. As always LOVE INDONESIA FULL!!!